Ketika TVKabel matot. ‘Ga ada tontonan… pindah-pindahin chanel TV lokal, berenti di ANTV liat ada kuis Who Want to be a Milyuner – di ANTV ?!? (please… jangan ‘ngatai aku idiot person lagi, soalnya udah jarang banget nonton TV lokal).
Wuih, namanya udah berubah.. jadi kuis 3 Milyar. Pembawa acaranya juga berubah, jadi Dian Sastro ! Penasaran… jadi aku menetapkan pilihan mejeng di chanel ini saja.
Baru nonton 5 menit (tidak termasuk tayangan iklan) aku udah mulai kecewa, tapi maksain. Sepuluh menit, 15 menit, 20 menit… waaaaaaaaaaaa, matiin aja deh ! Ga tega banget nontonnya.
Dian Sastro nan manis bin cantik itu sangat kaku sekali bawain acaranya. Dia keliatan lebih tegang daripada pesertanya. Beda skali dengan gayanya Tantowi Yahya, yang juga sering menjelaskan setiap detail pilihan jawaban yang tersedia. Mudah-mudahan bukan karena acara itu disponsori oleh Lux semata, mungkin sang pembawa acara belum terbiasa aja kali yah…
Jadi inget waktu aku beberapa kali menghadiri undangan peluncuran layanan salah satu provider kita, beberapa dari acara tersebut menghadirkan selebritis sebagai MC-nya. Sangat disayangkan jika para EO hanya menyodorkan nama selebritis cantik dan cakep saja namun sangat minim pengetahuan teknologi – untuk sebuah event berbasis teknologi. Jika pun ingin tetap dipaksakan menggunakan selebritis, seberapa jauh sih para selebritis itu mempersiapkan dirinya, atau seberapa penting hal itu diperhatikan oleh para Event Organizer ?
Padahal kita juga punya selebritis IT maupun selebritis teknologi seperti Budi Raharjo, Budi Putra, dan mungkin Budi-Budi lainnya… Atau kalau mereka terlalu sibuk pun mungkin mahasiswa-mahasiswa ITB atau STT Telkom yang cakep-cakep & cantik-cantik bisa dimanfaatkan (halah ! kok dimanfaatkan… punten, ga nemu kata yang lainnya !). Seandainya aku punya bisnis Event Organizer, aku bakalan pasang iklan:
Dicari: MC Limited edition !
Syarat: memiliki pengetahuan di bidang telekomunikasi dan IT
===============================
(postingan beberapa waktu silam, ngendap di menu Draft & baru keinget setelah denger big boss ngomong dirapat tadi, heheheeee…)
Thanks udah nyebutin nama saya di posting ini
Salam kenal.
Jadi MC itu nggak gampang lho. Saya memang sudah beberapa kali mendapat tawaran untuk menjadi MC/pembawa acara dan sudah saya coba. Wiiih … beda. It’s a different game. Saya pikir jadi pembawa acara itu gampang. Yang susah adalah bagaimana membawa mood penonton sehingga menjadi sesuai dengan target yang diinginkan (tertawa, sedih, serius, aktif, …).
Saya masih harus banyak belajar.