Yup ! Aku memang penggemar berat-nya U2 yang tidak bisa mendefinisikan seberapa beratnya itu. Aku memang memiliki beberapa koleksi buku mengenai U2 yang dijual di Amazon dot com juga punya beberapa majalah import yang memuat artikel U2. Koleksi album U2 jelas harus lengkap. Rekaman konsernya juga bisa dibilang cukup lengkap, dengan berbagai format: VHS, VCD dan DVD (thank you so much to my BigBro). Satu lagi, aku juga punya blog khusus membahas U2 yang dalam waktu 3-6 bulan mendatang akan aku serahkan ke pihak profesional untuk pengelolaan lebih seriusnya (dengan menggunakan jasa outsourch, hehehee..)
Tapi ya hanya segitu aja kok ! Jadi rasanya aku belum pantas untuk menyebut diriku sebagai the biggest fan in Indonesia, or something like that !
Muka-ku belum cukup tebal untuk berani bilang seperti itu. Karena aku belum seperti Djundi Prakasha, Entertainment Director-nya Fame Station yang memiliki acara musik U2-nite di Bandung dan sudah beberapa kali nonton konser U2.
Atau bahkan seperti teman baruku, Michelle yang berjuang mati-matian untuk mendapatkan tiket konser Vertigo. Uff… baca perjuangan Michelle itu bikin aku cukup kaget. Selama ini aku sama skali tidak bisa membayangkan dengan jelas bagaimana rasanya berjuang mendapatkan tiket konser musisi kelas dunia (Thanks to Michelle for sharing clearly to me).
Orang mungkin akan sangat heran jika aku mengatakan bahwa aku belum pernah sekali pun menghadiri U2-nite yang sering diadakan di Bandung. What kind of fans are you ? Pasti seperti itu.
Aku memang memilih caraku sendiri untuk menggilai U2, cara yang nyaman untukku. Terus terang untuk menghadiri U2-nite ada beberapa alasan (yang dicari-cari) kenapa aku belum pernah liat.
Alasan pertama, U2-nite biasanya diadakan malam hari sampai subuh pada hari kerja (CMIIW), aku tidak terbiasa untuk tidur terlalu larut untuk kerja besoknya.
Kedua, tempatnya skarang udah jauh dari rumah. Duh…
Ketiga, aku termasuk orang yang tidak terlalu nyaman berada ditengah kerumunan orang (cukup norak ‘ga?).
Ketiga alasan itu memang terkesan dibuat-buat ya, heheheee… Mungkin karena tidak menghadirkan the real U2 makanya aku tidak terlalu ngotot kali ya…
Anyway, someday aku berencana untuk mengunjungi U2 bar -nya Djundi Prakasha. Malahan aku kepikiran untuk memuat profile-nya di blog U2
Yaaah, memang seperti itulah caraku menggilai U2. Masih dalam batasan yang normal saja kan ?
So, maybe I am a big-big-big fan but still not enough yet to become the biggest one.
you have to be at least one of the top ten biggest fan of U2…
ck ck ck… ampe segitunyaaaaah…
Syukur degh kalo masih sadar, pernah dengar fans yg tidur di kuburannnya john lennon atau curt cobain kan?
mo bagi2 cerita aja nih…gw denger u2 dari jaman sma ya..seperti anak sma yg laennya suka yg berbau cinta menurut versi mereka kayak stuck moment, with or, gitulah…..
gw kerasa banget u2 nya(istilah gw
) pas kuliah …. gw liat konser u2 vertigo di brasil gw ampe merinding (sorry klo berlebihan ) yg dia declare coexist ,dia ngomong yahudi ,jesus ,islam son of ibrahim ,gilaaa…. di konser yg di milan lagi masih vertigo juga . kerasa banget suasananya .trus yg konser di polska gw dapet yg versi 40 cam(klo gak salah gw lupa) bukan profesional . wuiii… udah ah bakalan gak abis-abis bahas konsernya . masih banyak sih yg lom kedownload .
gw jadi berpikir apapun bidang loe ada suatu tahap loe gak mikirin diri sendiri tapi mikirin dunia ini ,mikirin apa yg terbaik bagi dunia ini .yg terbaik bagi makhluk yg ada. gw . gw ngerasa telat menyadari hal itu coba gw sadar akan itu pas jaman sma. duh napa gw lebih kecinta-cintaan jaman itu.
salam.